Pukat Harimau Dibakar Massa Panipahan

PANIPAHAN - Tidak kurang dari 350 nelayan di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau, Kabupaten Rokan Hilir mengamuk dengan membakar kapal-kapal nelayan asal Belawan, Sumatera Utara. Mereka menuding, para nelayan asal provinsi tetangga mereka itu telah mencuri ikan di perairan Panipahan.

Untuk meredam amarah para nelayan ini, aparat kepolisian setempat segera mengamankan para nelayan asal Sumatera Utara yang dituding telah beroperasi di perairan Rokan Hilir.

"Sebelum, kejadian, nelayan yang jumlahnya sekitar 350 orang, dengan mengunakan sekitar 12 perahu bergerak menangkap kapal asal Belawan itu. Akibat emosi yang tak terbendung, kapal pelaku dibakar," ungkap Kapolsek Panipahan, AKP Kholil, Kholid kepada MRNetwork.

Pihak kepolisian sendiri, kata Kholil, melibatkan TNI AL, Camat, Penghulu, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan warga kecamatan Pasir Limau Kapas. "Kedatangan kita di lokasi sekitar beberapa mil dari daratan Panipahan untuk melakukan negosiasi agar ratusan nelayan ini bersedia menyerahkan kapal berikut ABK dan anak buahkan kepada pihak hukum. Negosiasi yang dilakukan di tengah laut ini berlangsung hampir dua jam," kata Kholid.

Namun, tidak juga mendapatkan kesepakatan dan nelayan bersikukuh mau membakar kapal itu. "Agar tidak jatuhnya korban jiwa, mengingat cuaca malam itu terlihat mendung disertai angin kencang dan gelombang tinggi, kita bersama camat dan pihak yang ikut memutuskan membawa ABK dan anggotanya ke Panipahan dan meminta kepada nelayan membawa kapal tagkapan itu ke Panipahan. Namun, ternyata di tengah perjalanan, nelayan membakar kapal tersebut hingga tak dapat diselamatkan lagi," paparnya.

Pembakaran kapal yang diduga mengunakan alat tangkat Pukat Harimau ini, berlangsung sekitar dini hari. Sedangkan ABK dan para anggotanya yang berjumlah 10 orang, dievakuasi Panipahan, dan dilimpahkan ke Polres Rokan Hilir. "Untuk sementara, para pelaku sudah di Polsek Panipahan," jelas Kholid. Najib

sumber : Hallo Riau

0 komentar:

Poskan Komentar