Panipahan - KampungKu


 Rokan Hilir, Riau--Taman bermain dan olah raga berada didalam lokasi sekolah yang berada diantara ruangan belajar. Sekolahnya membujur panjang ke arah laut, sehingga suasana belajar begitu nyaman dan adem tanpa mendengar kebisingan.

Guru sekolah ini pada umumnya didatangkan dari luar, namun mereka tidak mengeluh demi masa depan anak bangsa. Disamping itu, mereka berharap agar bisa mendapatkan pelatihan dan binaan sesuai dengan perkembangan ilmu pendidikan seperti daerah daratan.

Sebab materi yang diberikan sejak dulu jarang yang berganti. Takutnya siswa yang tamat tidak mampu mengikuti pelajaran jika pindah sekolah keluar.

Di pinggiran pantai ini, juga terdapat pemandangan indah.Warga banyak mendatangi pantai sebagai tempat melepaskan lelah setelah beraktivitas. Laut yang tidak berombak ini, menjadikan suasana tenang dan rileks.

Panipahan bahagian pantai ini tidak luas. Karena daerahnya sangat dekat dengan perbatasan Sumatra Utara. Perumahan penduduk tidak banyak.

Disini dihuni oleh masyarakat asli Melayu. Seperti Khalifa Awaludin, sebagai orang tua dikampung Panipahan Darat ini, sering dikunjungi oleh pendatang untuk bertanya tentang sejarah Panipahan.

Panipahan ternyata berasal dari kata China yakni Phang yang artinya Kerang. Dan ada juga orang mengatakan nipah yang berati pohon rumbia, atau sagu.

Namun kata pasti asal kata Panipahan sampai sekarang belum bisa diotetapkan pasti. Sebab kota ini menurut sejarah awalnya dihuni oleh Warga China dan Melayu.

Dibalik itu, Kecamatan ini juga memiliki pulau yang sangat indah. Yaitu Pulau jemur yang berada tidak begitu jauh dari Negara Jiran Malaysia dan Provinsi Sumatera Utara.

Pulau ini sudah pernah diperebutkan oleh Malaysia, yang diklaim sebagai milik daerah tersebut. Namun tidak berhasil, karena pemerintah Rohil, mempertahankannya dengan baik.

Pulau tersebut sangat berpotensi dikembangkan menjadi ajang pariwisata internasional. Disana pemerintah Rohil sudah membangun perumahan nelayan, kantor aparat keamanan, Dinas kelautan, dan lainnya, namun kendalanya sampai saat ini adalah alat transportasi laut.

Camat Pasir Limau kapai ini Idris memperlihatkan gambar pulau dan foto foto dirinya saat berkunjung meninjau kondisi dan situasi di Pulau jemur. Di sana juga dibutuhkan pembangunan pelabuhan untuk menuju pantai, sehingga pengunjung tidak harus menaiki perahu kecil meuju pinggir.

Sebelum nya pemerintah provinsi Riau sudah ada mengacu pengembangan pariwisata Pulau jemur, tapi sampai sekarang, rencana tersebut belum terlaksana. Padahal jika terwujud, akan membawa nama Riau di dunia Internasional.
Sumber :  http://www.zamrudtv.com/filezam/terkini/mediaterkini.php?module=detailterkini&id=1041&catid=1

0 komentar:

Poskan Komentar